Rabu, 05 Januari 2011

CINTA PELANGI

Jika penantian laiknya gerimis,
maka gerimis itu telah reda.
Reda,dan menghilang bersama cahya jingga
yang perlahan mulai mengintip d ibalik daun pohon cintaku,
pohon cinta yang tak mampu menopang beban luapan perasaanku.
Apakah ini yang selama ini ku nanti,kutunggu,dan kuharap-harapkan?
sesuatu yang mungkin tak kan pernah kumiliki....

Namun aku berharap gerimis itu bukan menghilang,
Melainkan kembali ke samudera cintaku
Untuk berlabuh menanti sang pelangi
Pelangi yang kan mewarnai harimu

Karena jika engkau melihat pelangi
Engkau akan mengerti dan memahami
Bahwa cintaku laiknya pelangi
Yang tak berujung,hingga akhir waktu

Tapi haruskah aku kembali menunggu gerimis?
Hanya agar kau tahu cintaku laiknya pelangi........?

MENUNGGU ISLAH PSSI VS LPI.

Sabtu, 8 Januari 2011 akan menjadi tonggak sejarah dunia persepakbolaan Tanah air. Stadion Manahan Solo akan menjadi saksi digelarnya laga perdana Liga Primere Indonesia(LPI). Liga yang digadang-gadang akan mampu menggeser Liga super Indonesia, liga yang membuat induk sepakbola tertinggi di negeri ini seperti kebakaran jenggot. Bagaimana tidak, liga yang di prakarsai oleh pengusaha tenar, Arifin Panigoro ini mempunyai sokongan dana dan manajemen yang jauh lebih baik dari pada ISL. Namun, dibalik semua hiruk pikuk persiapannya, LPI mengalami hambatan yang cukup berat, dainggap sebagai liga tandingan dari liga yang di gelar oleh induk sepakbola resmi di Indonesia, LPI di cap sebagai liga Ilegal. PSSI pun menjalankan segala upaya untuk menggagalkan bergulirnya liga ini. Mulai ancaman degadrasi bagi Tim liga Super yang membelot ke LPI,sampai ancaman sanksi tak bisa memperkuat Timnas bagi para pemain yang berlaga di ajang ini. Derita LPI pun sepertinya semakin bertambah,ketika Pihak berwenang(dalam hal ini, POLRI) tidak memberikan ijin untuk mengelar pertandingan bagi Panpel LPI. Seperti tak menghiraukan segala macam ancaman yang ada, Konsorsium LPI mengklaim telah siap 80% untuk liga ini tetap bergulir.
Dibalik semua hal yang terjadi, seharuznya public sepakbola tanah air patut senang dengan lahirnya LPI. Kita sebagai penikmat permainan ini, akan disuguhi tontonan berbeda dan beragam tentunya. LPI dengan subsidi dana yang melimpah dan kualitas manajerial yang mumpuni, sejauh ini mampu mendatangkan para pemain-pemain asing berkualitas. Sebut saja Diego Tristan, Fortes, dan masih banyak lainnya, hal ini akan menambah antusias penonton untuk sekedar datang dan menyaksikan laga LPI. Tanpa mengenyampingkan ISL, LPI akan menjadi alternative tontonan tersendiri di tengah-tengah euphoria public sepak bola tanah air. Dengan semakin beragamnya kompetisi ditanah air, seharusnya PSSI pun bangga, karena akan semakin banyak pula talenta-talenta local yang kan tertampung dan mempunyai kesempatan menunjukan kualitasnya. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi kemajuan sepak bola tanah air, Tim Nasional khususnya. Karena Timnas akan mempunyai stok pemain yang berlimpah, sehingga tak harus pusing-pusing lagi menturalisasi pemain. Sudah saatnya para petinggi PSSI bersifat arif dan merestui lahirnya LPI. Toh, tujuannya sama, demi kemajuan sepakbola tanah air. Saatnya kita tunggu “ISLAH” PSSI dan Konsorsium LPI. Hanya demi satu tujuan menerbangkan Garuda setinggi-tingginya. Bravo sepak bola nasional.