Jumat, 07 Mei 2010
SUSAHNYA JADI PEGAWAI
Ini bukan sebuah acara reality show di sebuah stasiun Tv swasta, bukan pula ungkapan rasa tak bersyukur atas apa yang telah terjadi. Tapi lebih sebuah kedilemaan atas apa yang terjadi saat ini. Ribuan bahkan jutaan orang bercita-cita sebagai seorang pegawai, entah itu swasta ataupun pegawai negeri sipil. Namun, tatkala impan itu berubah menjadi kenyataan, ternyata tak senyaman yang kita bayangkan. Birokrasi yang berbelit ataupun korban dari sistem, itulah realita yang harus pertama kali dihadapi. sebagai orang baru di lingkungan yang baru pula, kita dibiarkan beradaptasi sendiri. Ironisnya, ketika kita tak mampu menyesuaikan diri dengan cepat, maka kita akan dianggap tak bersosialisasilah, tak punya tepa selira, atau apalah namanya. Sebaliknya, ketika kita mencoba mendekat, maka embel-embel sok dekat dan sok kenal akan melekat pada kita. Hal seperti ini diperparah lagi dengan kesenioritasan yang tak dapat dipungkiri masih menjadi budaya dalam lingkungan kerja. para senior yang seharusnya lebih bisa membimbing atau kita jadikan sebagai tempat "ngangsu kawruh", justru seakan-akan menjadikan kita saingan mereka. parahnya, mereka lebih mengedepankan sikap individualis. mereka akan sangat senang bila membicarakan keburukan rekan mereka, bahkan kalau perlu menjatuhkan. Disinilah dilema yang sesungguhnya , disana-sini mereka akan mencreritakan keburukan rekan mereka kepada kita. kita yang sebenarnya tidak tahu apa-apa akan terjebak dalam lingkaran setan. ketika kita bersama rekan yang satu, rekan yang lain akan menganggap bahwa kita bagian dri mereka, begitu sebalikya. Begitu susahnya menjadi pegawai, maju kena mundur kena.
Langganan:
Postingan (Atom)