Gerimis di fajar itu,membuat dahan dari pohon cintaku tak mampu lagi menopang semua curahan hati yang tertumpah.
Kini, tak ada lagi tetesan embun yang menyejukan jiwa, ketika aku membuka mata tuk menyambut jingga.
Smua telah hilang bersama linangan air surga yang mengalir dari anak-anak sungai di ke dua bola mata indahku.
Saat ku melepaskan pelukan di tengah dingin yang membelenggumu,bukan berarti aku tak lagi menghangatkanmu.
Karena aku masih meniggalkan selimut cinta yang menemanimu membelai mimpi.
Jangan pernah merasa aku tlah sirna, aku hanya sejenak melepasmu, bukan menghapusmu dari pahatan cinta yang terukir di hatiku.
Engkau begitu indah,terlalu sempurna,dan begitu berharga, sehingga pisau cintaku pun tak mampu lagi melukaimu.
Jika aku mampu memutar kembali waktu, aku berharap tak mencintaimu,bila akhirnya harus meninggalkanmu.
Namun tak ada artinya ku memilikimu tanpa pernah merasa kehilangan dirimu.
Bukan berarti pula aku tak ingin berjuang tuk mendapatkanmu,aku pergi tuk kembali. Maafkan atas ketidak berdayaanku.....