Rabu, 16 Juni 2010

BENUA HITAM KUBURAN BAGI PARA BINTANG

Piala dunia 2010 telah resmi dibuka 9 Juni yang lalu. Afrika selatan, sang empunya hajat membuat pesta besar-besaran untuk menyambut perhelatan akbar empat tahunan ini. Ratusan, bahkan ribuan orang berkesempatan ikut serta dalam acara pembukaanya. Diseluruh dunia, jutaan pasang mata menyaksikan, sembari harap-harap cemas tentang drama apa saja yang akan terjadi diatas lapangan hijau dalam sebulan kedepan. Inilah kali pertama event sepakbola terbesar di kolong langit digelar di benua hitam, Afrika. Penuh kecemasan memang, ketika FIFA memilh Afrika Selatan menjadi tuan rumah. Mulai dari infrastruktur yang kurang memadai, sampai masalah keamanan. Namun Afrika Selatan menjawab semua itu dengan kepala tegak. Pesta pembukaan telah sukses di gelar, kini kita tinggal menunggu kiprah 32 kontestan. Para negara peserta telah siap tempur dengan semua amunisinya. Mereka telah menyiapkan 636 punggawa mereka, untuk mengarungi liarnya dataran Afrika. Beberapa dari para punggawa itu adalah para pemain kelas wahid di liga-liga top dunia. Sebut saja CR9 di Portugal, Leonel Messi di Argentina, Kaka di Brasil, Rooney di Inggris, dan puluhan pemain top lainnya.
Di partai pembuka, tuan rumah berkesempatan untuk mengawali peperangan ini dengan menjamu wakil dari zona Concacaf, Meksiko. Hasil yang kurang memuaskan bagi tuan rumah, ketika di akhir laga papan skor menunjukan angka imbang 1-1. Namun dilain pihak afrika Selatan sukses menggelar laga perdana, modal yang lebih dari cukup untuk menjawab kritikan dari berbagai pihak. Kini, lima hari sudah berlalu sejak peluit pertama ditiupkan. Enam grup telah menyelesaikan pertandingan pertama mereka. 28 negara telah saling jegal dalam 14 partai. Namun tak sebanyak jumlah kontestan yang telah menyelesaikan tugas pertamanya, partai-partai pembuka piala dunia kali ini minim gol. Dalam 14 laga hanya 21 kali si kulit bundar mampu menembus kokohnya jaring gawang. Dari 18 lesakan itu, Jerman-lah yang paling banyak menyumbangkan sumbangsihnya. Tim nasional Jerman mampu empat kali memaksa Australia memungut bola dari gawangnya. Lebih menyedihkan lagi kebanyakan laga berakhir dengan imbang. Tim-tim favorit seperti Argentina, Inggris,dan Italia bahkan tak mampu memperlihatkan kredibilitas mereka sebagai tim yang dihuni bintang-bitang top dunia. Tak satupun para pemain nomor satu dunia yang mampu menjebol jala lawan, lebih ironisnya lagi permainan mereka justru dibawah ekspektasi semua orang. Leonel Messi contohnya, walaupun mampu mengantar tim nasional Argentina menang tipis (1-0) dari Nigeria, namun dia tak mampu menunjukan kemampuan terbaiknya seperti ketika membela Barcelona. Setali tiga uang dengan Messidona, Wayne Rooney juga tak bisa berbuat banyak saat The Three Lion ditahan imbang (1-1) oleh Amerika Serikat. Si Bengal seperti kehilangan ketajaman yang biasa di perlihatkan di level klub. Nasib yang tak jauh berbeda dialami pemain terbaik dunia 2008, CR9. Berhadapan dengan singa-singa Afrika, Pantai Gading, CR9 tak mampu membantu tim nasional Portugal untuk menembus pertahanan Pantai Gading. Sedikit banyak, ini telah menjelaskan betapa ketatnya PIala dunia kali ini. Tim-tim unggulan justru harus bersusah payah untuk menghadirkan kemenangan. contoh paling anyar tentunya tim Samba, Brasil. menghadapi tim nasional Korea Utara, barisan bintang top Selecao harus berjuang ekstra keras menaklukan semangat pantang menyerang negara "nuklir" itu.sekali lagi fakta mengemuka disini, pemain-pemain yang digadang-gadang akan memberi kontribusi lebih, seperti Kaka ataupun Luis Fabiano tak mampu menunjukkan ketajamannya.
Mungkinkah kemistikan benua Afrika akan mengubur talenta-talenta hebat dunia lainnya? Kita tunggu saja kiprah mereka………